Jumat, 05 Juli 2013

Hujan Kala Itu, Ah Aku Rindu

Hujan kala itu,
Kata orang hujan itu berkah, iya memang J. Berkah yang sengaja dikirim untuk bumi. Tetesan airnya yang memberi kehidupan, memberi kesegaran dikala dahaga, memberi rasa damai dikala gelisah, memberi kebahagiaan tersendiri bagi saya.

Hujan, bolehkah saya memegang percikan airmu?
Ingin sekali rasanya memegang percikan airmu, namun ia selalu saja bisa lolos dari genggaman saya. Merasakan setiap tetes yang mengenai kulit, jatuh tepat di wajah, eemmmh rintik-rintik itu begitu menggelikan.

Memaksaku untuk tersenyum ketika tetes airnya mengenai wajahku. Sadarkah? Inilah berkah, inilah nikmat yang harus disyukuri.

Hari itu, satu per satu tetesan airnya bergantian menyapa wajahku, kemudian aku menengadahkan wajahku kesana, ke arah dimana ia datang. Tik, tik, tik, seakan ia berebut membasahi wajah ini. Subhanallah, nikmat hujan ini begitu mendamaikan hati.
Setiap hujan, adalah cerita. Cerita akan akan masa kecil saya dulu, perjuangan menikmati hujan kala itu begitu menggelitik. Banyak alibi yang terlontar ke ibuk ketika saya ingin menikmati hujan. Rindu akan hujan yang seperti itu, bermain air hujan sepuasmu di jalanan, menerabas tirai percikan air yang berjatuhan, Ah saya rindu.

Hujaaaan, bolehkah aku memegang percikan airmu? Lagi-lagi kenapa ia selalu bisa lolos dari genggaman saya?


Hujan, dimana ketika itu saya mulai merindu lagi dengan masa-masa kecil saya J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar