Kamis, 18 Juli 2013

Ah, Pantaskah?

Ah, Pantaskah?


Pantaskah, mengharap pendamping yang sempurna sementara manusia tak ada yang sempurna
Pantaskah, mengharap pendamping yang baik paras dan lakunya sementara diri ini belum sebaik yang diharapkan
Pantaskah, mengharap pendamping yang sholeh dan sholekhah sementara kita ini belum menjadi orang shaleh/ shalekhah seperti yang diharapkan
Ah, Pantaskah??
Aku mengharap engkau yang baik paras dan lakunya, sementara perilakuku sendiri masih kurang baik, kadang masih sering iri, masih sering berbohong, masih sering bertingkah kekanakan, masih sering mengeluh, dan masih sering-sering bertingkah tidak baik lainnya. 
Aku mengharap engkau yang sholeh, engkau yang selalu sholat tepat waktu, selalu rutin berpuasa sunah, engkau yang berbakti kepada kedua orangtuamu, menjunjung tinggi kehormatan wanita, engkau yang mengerti aku.
Namun, aku sendiri masih sering sholat tak tepat waktu, masih sering lalai untuk puasa sunah, kadang masih sering berkata “Ah” jika disuruh orangtuaku, dan mungkin aku juga belum mengerti engkau sepenuhnya.
Aku juga mengharap engkau yang pekerja keras, ulet, cerdas, dan bisa banyak hal, punya keahlian ini itu, pokoknya serba bisa. Ah, tapi aku sendiri juga masih sering malas-malasan, belum punya banyak keahlian juga, masak pun aku belum terlalu bisa.

Ah, tentu saja tak pantas aku mengharap engkau yang sebegitu sempurna sementara aku sendiri belum memenuhi seperti yang aku harapkan. Sekarang pertanyaannya, sudahkan kita memantaskah diri untuk menjadi pendamping idaman yang didambakan setiap orang? Sudahkan kita mempersiapkan menjadi istri yang sholehah yang siap mendukung dan membangun mahligai rumah tangga bersama sang suami esok? Atau Sudah siapkah kita menjadi suami yang siap menghantarkan rumah tangga ke gerbang sakinah mawadah dan warahmah serta menjadi imam yang mampu membawa keluarga memasuki surga Allah? Siapkah kita???

Banyak hal yang harus dan perlu ditempuh untuk menjadi seorang yang “pantas”. Mulai memperbaiki akhlak, menambah ilmu agama, serta melakukan banyak hal sebagai upaya dalam belajar menjadi seseorang yang “pantas”.



Tenang, jangan khawatir Allah telah berjanji dalam firman-Nya, bahwa laki-laki yang baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik, sedangkan laki-laki yang tidak baik untuk perempuan-perempuan yang tidak baik pula. Jangan khawatir akan kehabisan stok pasangan terbaik kalau diri kita sudah berbenah diri menjadi sosok terbaik karena Allah SWT. Siapa pasangan kita Allah lah yang menentukan, kita hanya perlu berdoa sembari fokus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. J

So  mari kita terlebih dahulu memantaskan diri terlebih dahulu, agar menjadi orang yang benar-benar pantas J. Pantas dijadikan imam yang baik, dan pantas menjadi istri yang berbakti dan taat kepada Allah, Rosul, suami dan Orangtua. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar