Ah, Pantaskah?
Pantaskah, mengharap pendamping
yang sempurna sementara manusia tak ada yang sempurna
Pantaskah, mengharap pendamping
yang baik paras dan lakunya sementara diri ini belum sebaik yang diharapkan
Pantaskah, mengharap pendamping
yang sholeh dan sholekhah sementara kita ini belum menjadi orang shaleh/
shalekhah seperti yang diharapkan
Ah, Pantaskah??
Aku mengharap engkau yang baik
paras dan lakunya, sementara perilakuku sendiri masih kurang baik, kadang masih
sering iri, masih sering berbohong, masih sering bertingkah kekanakan, masih
sering mengeluh, dan masih sering-sering bertingkah tidak baik lainnya.
Aku mengharap engkau yang sholeh,
engkau yang selalu sholat tepat waktu, selalu rutin berpuasa sunah, engkau yang
berbakti kepada kedua orangtuamu, menjunjung tinggi kehormatan wanita, engkau
yang mengerti aku.
Namun, aku sendiri masih sering
sholat tak tepat waktu, masih sering lalai untuk puasa sunah, kadang masih
sering berkata “Ah” jika disuruh orangtuaku, dan mungkin aku juga belum mengerti
engkau sepenuhnya.
Aku juga mengharap engkau yang
pekerja keras, ulet, cerdas, dan bisa banyak hal, punya keahlian ini itu,
pokoknya serba bisa. Ah, tapi aku sendiri juga masih sering malas-malasan,
belum punya banyak keahlian juga, masak pun aku belum terlalu bisa.
Ah, tentu saja tak pantas aku
mengharap engkau yang sebegitu sempurna sementara aku sendiri belum memenuhi
seperti yang aku harapkan. Sekarang pertanyaannya, sudahkan kita memantaskah
diri untuk menjadi pendamping idaman yang didambakan setiap orang? Sudahkan
kita mempersiapkan menjadi istri yang sholehah yang siap mendukung dan
membangun mahligai rumah tangga bersama sang suami esok? Atau Sudah siapkah
kita menjadi suami yang siap menghantarkan rumah tangga ke gerbang sakinah
mawadah dan warahmah serta menjadi imam yang mampu membawa keluarga memasuki
surga Allah? Siapkah kita???
Banyak hal yang harus dan perlu
ditempuh untuk menjadi seorang yang “pantas”. Mulai memperbaiki akhlak,
menambah ilmu agama, serta melakukan banyak hal sebagai upaya dalam belajar
menjadi seseorang yang “pantas”.
Tenang, jangan khawatir Allah
telah berjanji dalam firman-Nya, bahwa laki-laki yang baik adalah untuk
perempuan-perempuan yang baik, sedangkan laki-laki yang tidak baik untuk
perempuan-perempuan yang tidak baik pula. Jangan khawatir akan kehabisan stok
pasangan terbaik kalau diri kita sudah berbenah diri menjadi sosok terbaik
karena Allah SWT. Siapa pasangan kita Allah lah yang menentukan, kita hanya
perlu berdoa sembari fokus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi. J
So mari kita terlebih dahulu memantaskan diri
terlebih dahulu, agar menjadi orang yang benar-benar pantas J. Pantas dijadikan imam
yang baik, dan pantas menjadi istri yang berbakti dan taat kepada Allah, Rosul,
suami dan Orangtua. :)






