Selasa, 20 Maret 2012


Mewek Gara-gara Ibuk
Surabaya, 18 Maret 2012. Pukul:10.65
Mataku masih sembab karena tetesan-tetesan air yang terus-menerus mengalir dari mataku ketika aku mengingatnya, Ibuku. Beruntung sekali,.. Allah memberiku seorang bidadari yang berhati mulia seperti Beliau.
Malam ini, aku adalah seorang anak yang paling bahagia, paaaliiiinggg bahagiiiaaaa, ya sangat bahagia. Ketika, suara yang akrab kudengar mengucap salam di balik pintu kos ku yang tertutup. Dan Subhanallah, saat aku membukanya.. ibuku berdiri di depan pintu dengan tas-tas kresek di tangannya lengkap dengan raut wajah yang kelihatannya capek sekali. Aku langsung mencium tangannya, memeluknya bahagia, dan menciumnya dengan sayang khas yang biasa aku lakukan ketika mau berangkat sekolah. Dia letakkan tas-tas kresek itu, membukanya dan menyerahkannya padaku. Satu rantang nasi, satu rantang lauk, satu kotak jajan, satu toples krupuk dan seplastik roti. Subhanallah, saat itu juga aku merasa menjadi anak paling beruntung, anak paling disayang, anak yang benar-benar bahagia.
Ibuk.. kangenkah pada anakmu yang nakal ini? rindukah pada aku yang belum bisa membuatmu bangga? Sampai kau rela bercapek-capek demi bertemu denganku.
3 minggu aku tak pulang ke rumah.. sebenarnya aku ingin pulang, dan memang sudah kujadwalkan untuk pulang hari jumat kemarin tgl 16. Tapi ada kewajiban yang harus kupenuhi. jadi kemarin aku telpon ibuk, mengabarkan kalu aku ndak jadi pulang, dan minta maaf karna ndak bisa bantu ibuk buat persiapan arisan hari minggu ini. ibukku jawabnya gini,” yo wes to nduk gag usah pulang gag popo, selesekno disek urusane sampean, ngko kapan-kapan ibuk tak dolan rono.” Dan hari ini benar-benar kejutan untukku.
tak bisa bayangkan, betapa capeknya ibukku sekarang. Mempersiapkan arisan sendiri, menjamu orang-orang, beres-beres rumah sendiri, terus langsung capcus ke Surabaya untuk menemuiku. Lalu aku bertanya lagi,” buk lha sampean opo gag kesel too?” dia menjawab,” yo gag, wong wes tekan kene kok kesel. Wong aku pengen ketemu sampean kok.” Subhanallah,... jadi hanya demi aku, dia abaikan rasa capeknya. Ya Allah..Lalu aku berpikir, apa balesannya? Lalu apa yang bisa aku perbuat untuk ibukku?? Apa..?? keseharian saja, aku masih sering ngeluh gara-gara tugas banyak, capek sedikit ngeluh lagi. Nggak sebanding belass mbeg pengorbanann ibukku.
Cuma sebentar ibuk beristirahat di kamar kosku. Kira-kira Cuma satu jam saja. habis itu baliau pamitan untuk pulang. Aku ndak bisa membohongi perasaan, atau berpura-pura tegar ketika itu. Ketika aku mencium tangannya lagi, tak sadar air mata ini menetes. “lho nyapo nduk kok namgis?” tambah deras rasanya ini air mata,..,”gag popo buk..” jawabku, tapi aku benar-benar tak bisa berbohong dihadapan Ibuk. Semakin aku tahan untuk tidak menangis, air mata ini semakin deras mengalir,..”yo tutugno sek lak mu nangis.” Begitu jawabnya sambil merangkulku lembut.
Ibuk, seandainya Engkau tahu, aku malu akan diriku sendiri. Aku malu dengan aku yang sering mengeluh, aku yang males, aku yang sering mengabaikan nasehatmu, aku yang sering lupa akan tujuannku kuliah disini. Astaghfirullahaladzim..Aku malu.
Terakhir, ibukku pesen,” sampean kuliah seng tenanan, gag usah mikir seng ndek omah. Sholat’e tetep dijaga ya... sholawat ojok sampek lali. Lek pancen gag iso pulang yo gag popo nduk, ben’e ibuk ae ngko seng dolan rene, pokok’e sampean fokus kuliah ae.”
Ya Allah,... terimakasih telah memberiku ibu yang benar-benar mulia. Ibu yang benar-benar sayang sama aku. Aku ingin persembahkan sebuah lagi ini untuk ibu yang ada di sana, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.
Kasih ibu, kepada beta. Tak terhingga sepanjang masa.
Hanya memberi, tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.

ibu,.. terimakasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai. Terimakasih untuk cinta yang tak pernah putus, untuk semua perhatian yang tak pernah padam darimu.

I LOVE YOU MOM, you’re my everythingJ
Siap-siap deh senin besok, mata jadi bendul-bendul. Hhhhahahah:D




Rabu, 14 Maret 2012

Kehidupan


Mengenal sedikit tentang arti hidup.
Kehidupan di kereta ekonomi.
Aku mulai  belajar mengenal arti hidup lewat kehidupan di kereta api ekonomi ini. ada alasan tersendiri mengapa aku memulai perjalanan mengenal arti hidup dari sini.
Kalian lihat ketika orang-orang berjajar menanti kedatangan kereta mereka, mungkin saja mereka berharap ,”ayolah, segera datang.. agar aku bisa segera sampai di rumah”.
Ting, ting ting ting,.. ting ting ting tong,.. “dari arah utara akan segera datang kereta api rapih doho jurusan blitar kewat kertosono bagi penumpang di mohon segera bersiap-siap, jangan sampai ada barang yang tertinggal”. Tak lama kemudian kereta itu pun datang, mereka berbondong-bondong menaiki kereta, uyel-uyelan, trabas sana-trabas sini. Bismillahirohmanirrohim, semoga selamat sampai tujuan. Dari sinilah kehidupan di kereta ekonomi dimulaiJ
Bukankah perjalanan ini sungguh indah?? Banyak hal yang menggelitik di sana. Diantaranya adalah,

1.     **Tragedi usir mengusir
Sudah tau kan kalau sekarang tiket kereta api itu bernomor, dan kamu harus duduk sesuai nomor tiket yang kamu bawa. dan tak jarang lho penumpang kereta api ribut, cek cok, Cuma gara-gara masalah tempat duduk. Yang di usir lah, yang mengusir lah...hmmmmm  ini tontonan menarik bagi saya yang masih termasuk  baru jadi penumpang kereta. Pernah suatu ketika ada ibu-ibu paruh baya yang duduk di sebelah saya mengeluh masalah tempat duduk tersebut ,” lha gimana to mbag, saya itu kerja di pabrik pulangnya mesti sore. Jadi belinya tiket ya sore itu, dan saya tidak pernah dapat tempat duduk padahal saya langganan lho, tiap hari pulang pakai rapih doho, mesti kena usir.”  Aduh, kalo gini ceritanya gimana solusinya saya juga bingung jadinya. Lalu saya balik tanya,” lha kok mboten tumbas pas pagi mawon buk?” ,” ya ndag bisa mbag, pagi saya naik bus langsung ke tempat kerja. Ya ndag papa berdiri pokoknya bisa sampai rumah.” Dari sedikit percakapan tersebut bisa diambil nilai kehidupan, bahwa dibutuhkan sikap rela dalam menjalani kehidupan ini. ibu tersebut rela berdiri, ikhlas diusir, mungkin yang ada di pikirannya,”cepatlah sampai rumah, agar aku bisa segera bertemu anak-anakku dan suamiku.” subhanallah sebuah harapan yang harus diiringi keikhlasan. Dan inilah yang selalu menguatkan.
Ada lagi cerita, cerita sebuah keikhlasan..dan tentunya ini yang hauksnya dicontoh. Suatu hari ketika saya naik kereta api untuk pulang ke kampung halaman saya, seperti biasa kereta lekonomi ini selalu ramai, entah penumpang entah pedagang, pokoknya kereta ini tak pernah sepi tiap saya pulang kampung. Seorang bapak-bapak paruh baya , sebut saja berumuran 45 tahunan rela memberikan tempat duduknya pada ibu-ibu yang sedang menggendong anak dan kesulitan membawa barang. Nah ini luar biasa... jarang lo ada orang yang rela memberikan tempat duduknya, justu biasanya orang-orang itu mementingkan dirinya sendiri, tak peduli karcisnya berstempel berdiri.. tetap aja duduk di tempat duduk orang. Tapi kali itu, subhanallah bapak itu sungguh mulia bukan.. coba kalau saya yang ada diposisi bapak tertsebut, apa saya juga mau ikhlas memberikan tempat duduk saya untuk ibu tadi?? Hmmmmm,.. gimana ya? Eng-ing-eng.......>,<


2.    ***   Para pedagang
Pernahkah terpikir?? Perjuangan para pedagang dalam kereta api ini?? berpindah dari stasiun ke stasiun, berjalan dari gerbong ke gerbong sambil menenteng barang dagangannya, teriak-teriak menawarkan dagangannya kepada para penumpang yang sering cuek atas penawaran mereka, belum lagi kalau kereta sedang penuh,,mereka harus ikut berdusel-duselan, tapi pejuangan mereka tak setara dengan hasil yang mereka dapatkan. Pernah denger ini kan??
[beri...berii..beriii]  à maksudnya stroberi.
[akua, mizon,le.ale]
[krupuk pedes’e dua ribuan..]
[tuk pisang..anget-anget]
[nde..onde mang atus an]
[kacang-kacang sewuan]
[permen’e..sewuan]
[tahu sumedang rong ewuan yoo]
[pecel..pecell mbag?]
[tisu-tisu ]
[nasi kuning tiga ribuan]
[degan-es-degan]
Pernahkah terpikir,, lewat kata-kata tersebut mereka mencari nafkah, untuk keluaga mereka, untuk anak-anak mereka yang menentikannya pulang.
Seandainya mereka mau mengeluh, entah berapa kata keluhan yang akan terlontar, tapi kulihat... tatap wajah mereka selalu ikhlas. Meski kadang tak ada satu pun orang membeli dagangan mereka, meski kadang mereka tak dihiraukan saat menewarkan dagangan, meski kadang ada yang tidak senang karena mereka bolak-balik lewat gerbong satu ke gerbong lain,tapi inilah perjuanganJ. Pernah juga saya berpikir, gimana ya rasanya pedagang tersebut ketika barang dagangannya tak laku, sementara dagangan milik temannya laris terjual. Adakah rasa iri? Seperti ketika kita iri saat melihat nilai kita dibawah nilai teman kita. (kita?? Maksudnya saya).
Tapi nyatanya tidak, yang saya lihat para pedagang di kereta api ekonomi rappih doho itu.. lucu-lucu. Disaat terjadi kompetisi mencari pembeli dalam kereta, mereka malah sering guyonan dengan pesaing meraka sendiri. Bahkan kemarin itu pernah pedagang krupuk “ngutang” es ale-ale sama penjual minuman. Dan mereka semua itu akrab, mungkin sudah menganggap diri mereka adalah keluarga. Hmmmm.. tapi kesan yang demikian itu tidak berlaku untuk semua pedagang pastinya. Ini cukup membuat saya mengerti bahwa berkompetisi itu tak mesti harus bermusuhan, tak mesti harus lebih unggul daripada yang lain. Tapi berkompetisi itu adalah menjalin persahabatan dengan pesaing kita agar tercipta persaingan atau kompetisi yang sehat. Itulah mereka, Wajah-wajah ikhlas yang mewarnai kehidupan kereta ekonomi.

3.     ****  Pengamen
Ini yang paling saya suka,.. menurut saya kalau dalam kereta api tidak ada orang mengamen itu nggak asik deh, gag berwarna. Dengan musik yang mereka nyanyikan.. mungkin sebagian penumpang yang jenuh jadi tambah semangat. Hmmmm.... saya suka sebagian besar suara mereka bagus juga kok. Jujur,.. saya pengen lo ikut mereka ngamen gitu..pindah dari kereta ke kereta lain sambil bawa kentrung(gitar kecil), galon sama ecek-ecek. Ayoo dong siapa yang mau nemeni saya?? Hhehehehe#ngawuurr# tapi jujur, emang pengen kok:D

Selanjutnya masih ada lagi cerita di kereta rapih doho, namun berhubung saya masih banyak tugas kuliah cukup ngerii, jadi sementara ini dulu ya....:)



Senin, 05 Maret 2012

PUISI

Makhluk JahaNNam
Teman...
Awalnya gua begitu cinta sama loe,
Loe benar-benar sahabat gua paling top
Loe tau setiap masalah yang harus gua hadapi sendirian
Loe emang paling ngerti gua dah
Sama loe, semua masalah gua ilang
Menghisap loe, bisa bikin gua “nge-fly” ke atas awan broo...
Gua serasa bebas tanpa beban, yang ada cuma rasa nikmat
Tapi..tapi..tapi.. ternyata nikmat yang loe beri ke gua itu cuma sesaat
Dulu, loe janji ke gua bakal bikin hidup gua seneng
Tapi apa!!! Loe justru jeblosin gua ke jurang syaetan terkutuk ini
Gua kecewa!! Gua nyesel!! Gua emang bodoh!!
Kecewa broo.... loe bikin hidup gua tambah ancurr, bikin gua jauh dari orang-orang yang gua sayang!! Dan ini yang paling menyakitkan, loe bikin gua jauh dari Tuhan gua!!
Nyesel broo.... kenapa dulu gua kenal sama loe, kenapa dulu gua percaya sama loe, kenapa dulu gua cinta sama loe!!!
Aarrrghhh,.. gua emang bodoh!! Bodoh banget!!

Kecewa, Nyesel untuk saat ini gag akan berarti broo..
Gag akan merubah kehidupan loe,
So... mulailah tersadar dari hidup yang dibutakan oleh makhluk jahannam itu.

Gua sadar sekarang... loe bukan teman, tapi loe syaiton!!!
Loe bukan sahabat tapi loe musuh dalam selimut!!!
Pergi loe dari hidup gua!!
Pergi jahannam!!!

And buat loe yang masih pengen hidup seneng, jangan sekali-kali deh nyobain
yang namanya makhluk jahannam ini!!!


equers_co714















Aku Tanggung Sendirian
Aku butuh cinta.... tapi tak ku dapat cinta.
Aku butuh kasih sayang....tapi tak ku dapat kasih sayang.
Aku butuh perhatian....tapi tak juga ku dapat perhatian.
Inikah...??? inikah balasannya?
Seperti inikah perlakuan kalian terhadapku?
Hanya karena aku adalah seorang ODHA...
Perih,.. sakit,.. menanggung beban ini kawan... ... ...
Aku bukan binatang yang tak punya perasaan!! Aku Manusia, sama seperti kalian...
Hanya karena aku adalah seorang ODHA... itu yang membedakan.
Sebegitu jijiknya kah aku di mata kalian?
Sebegitu hinanya kah aku bagi kalian?
Perih,.. sakit,.. menanggung beban ini kawan... ... ...
Mata-mata memandangku jijik, “hiii penderita HIV”.
Mata-mata memandangku hina, “penyakitnya menular, jangan didekati”.
Perih,.. sakit,.. menanggung beban ini kawan... ... ...
Aku juga manusia,.. punya perasaan,
Aku juga manusia,.. punya harga diri,
Perih,.. sakit,.. menanggung beban ini kawan... ... ...
Sampai kapan....sampai kapan kalian memandang hina diri ini?
Sampai aku mati?? Baru kalian puas....??
Perih,.. sakit,.. menanggung beban ini kawan... ... ...
Perih...
Sakit...aku tanggung sendirian.


Equers_co714








Cuma sementara kokJ
Tak selamanya kamu didengar orang lain..
Tak selamanya kamu dipuji orang lain..
Tak selamanya kamu dihargai oleh orang lain..
Tak selamanya keinginanmu selalu dipenuhi..
Tak selamanya kamu diperhatikan..
Tak selamanya kamu mendapat senyum mereka..
Tak selamanya orang yang kamu sayang membelamu..
Jadi...                                                                    
Kalau kamu tidak didengar sekarang, katakan,”ini hanya sementara”
Kalau kamu mendapat cacian sekarang, katakan,”ini hanya sementara”
Kalau kamu tak dihargai mereka sekarang, katakan,”ini hanya sementara”
Kalau keinginanmu tak terpenuhi sekarang, katakan,”ini hanya sementara”
Kalau kamu sama sekali tak mendapat perhatian mereka sekarang, katakan,”ini hanya sementara”
Kalau kamu dicemberuti mereka, cukup katakan,”ini hanya sementara”
Dan kalau kamu tak dibela oleh orang yang kamu sayang sekarang, katakan,’ini hanya sementara”
Sudah,.. makan dulu sana!! #lhohh