Mewek
Gara-gara Ibuk
Surabaya, 18 Maret 2012. Pukul:10.65
Mataku
masih sembab karena tetesan-tetesan air yang terus-menerus mengalir dari mataku
ketika aku mengingatnya, Ibuku. Beruntung sekali,.. Allah memberiku seorang
bidadari yang berhati mulia seperti Beliau.
Malam
ini, aku adalah seorang anak yang paling bahagia, paaaliiiinggg bahagiiiaaaa,
ya sangat bahagia. Ketika, suara yang akrab kudengar mengucap salam di balik
pintu kos ku yang tertutup. Dan Subhanallah, saat aku membukanya.. ibuku berdiri
di depan pintu dengan tas-tas kresek di tangannya lengkap dengan raut wajah
yang kelihatannya capek sekali. Aku langsung mencium tangannya, memeluknya
bahagia, dan menciumnya dengan sayang khas yang biasa aku lakukan ketika mau
berangkat sekolah. Dia letakkan tas-tas kresek itu, membukanya dan
menyerahkannya padaku. Satu rantang nasi, satu rantang lauk, satu kotak jajan,
satu toples krupuk dan seplastik roti. Subhanallah, saat itu juga aku merasa
menjadi anak paling beruntung, anak paling disayang, anak yang benar-benar
bahagia.
Ibuk..
kangenkah pada anakmu yang nakal ini? rindukah pada aku yang belum bisa
membuatmu bangga? Sampai kau rela bercapek-capek demi bertemu denganku.
3
minggu aku tak pulang ke rumah.. sebenarnya aku ingin pulang, dan memang sudah
kujadwalkan untuk pulang hari jumat kemarin tgl 16. Tapi ada kewajiban yang
harus kupenuhi. jadi kemarin aku telpon ibuk, mengabarkan kalu aku ndak jadi
pulang, dan minta maaf karna ndak bisa bantu ibuk buat persiapan arisan hari
minggu ini. ibukku jawabnya gini,” yo wes to nduk gag usah pulang gag popo,
selesekno disek urusane sampean, ngko kapan-kapan ibuk tak dolan rono.” Dan
hari ini benar-benar kejutan untukku.
tak
bisa bayangkan, betapa capeknya ibukku sekarang. Mempersiapkan arisan sendiri,
menjamu orang-orang, beres-beres rumah sendiri, terus langsung capcus ke
Surabaya untuk menemuiku. Lalu aku bertanya lagi,” buk lha sampean opo gag
kesel too?” dia menjawab,” yo gag, wong wes tekan kene kok kesel. Wong aku
pengen ketemu sampean kok.” Subhanallah,... jadi hanya demi aku, dia abaikan
rasa capeknya. Ya Allah..Lalu aku berpikir, apa balesannya? Lalu apa yang bisa
aku perbuat untuk ibukku?? Apa..?? keseharian saja, aku masih sering ngeluh
gara-gara tugas banyak, capek sedikit ngeluh lagi. Nggak sebanding belass mbeg
pengorbanann ibukku.
Cuma
sebentar ibuk beristirahat di kamar kosku. Kira-kira Cuma satu jam saja. habis
itu baliau pamitan untuk pulang. Aku ndak bisa membohongi perasaan, atau
berpura-pura tegar ketika itu. Ketika aku mencium tangannya lagi, tak sadar air
mata ini menetes. “lho nyapo nduk kok namgis?” tambah deras rasanya ini air
mata,..,”gag popo buk..” jawabku, tapi aku benar-benar tak bisa berbohong
dihadapan Ibuk. Semakin aku tahan untuk tidak menangis, air mata ini semakin
deras mengalir,..”yo tutugno sek lak mu nangis.” Begitu jawabnya sambil
merangkulku lembut.
Ibuk,
seandainya Engkau tahu, aku malu akan diriku sendiri. Aku malu dengan aku yang
sering mengeluh, aku yang males, aku yang sering mengabaikan nasehatmu, aku
yang sering lupa akan tujuannku kuliah disini. Astaghfirullahaladzim..Aku malu.
Terakhir,
ibukku pesen,” sampean kuliah seng tenanan, gag usah mikir seng ndek omah.
Sholat’e tetep dijaga ya... sholawat ojok sampek lali. Lek pancen gag iso
pulang yo gag popo nduk, ben’e ibuk ae ngko seng dolan rene, pokok’e sampean
fokus kuliah ae.”
Ya
Allah,... terimakasih telah memberiku ibu yang benar-benar mulia. Ibu yang
benar-benar sayang sama aku. Aku ingin persembahkan sebuah lagi ini untuk ibu
yang ada di sana, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT.
Kasih ibu, kepada beta. Tak terhingga sepanjang
masa.
Hanya memberi, tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.
ibu,.. terimakasih untuk kasih sayang yang tak
pernah usai. Terimakasih untuk cinta yang tak pernah putus, untuk semua
perhatian yang tak pernah padam darimu.
I LOVE YOU
MOM, you’re my everythingJ
Siap-siap deh senin
besok, mata jadi bendul-bendul. Hhhhahahah:D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar