Rabu, 11 Januari 2012

Ketika Senja Tak Lagi Indah

Ketika senja tak lagi indah
       Senja kini aku termenung sendirian, menunggu gelapnya malam bersama hembusan angin senja. Senja, kini kau tak lagi terlihat indah seperti dulu. Senyummu yang dulu hanya buatku kini tlah menjadi milik seseorang disana. Balau hatiku karenanya, jadi apakah aku tak lagi bisa melihat indahmu senja? Atau indahmu hanya kau persembahkan untuknya?
 Aku cemburu padanya senja, dulu aku yang selalu menantikan kedatanganmu, juga aku yang menemanimu menuju peraduanmu, tapi sekarang  senja benar-benar berubah. Tak lagi menampakkan keindahan yang dulu pernah buatku. Entahlah, setangkup harapanku untukmu musnah sudah sekarang, tak tertinggal sedikitpun harapanku yang dulu pernah kurangkai indah untukmu.
Cukup hanya aku saja yang kehilangan indahmu senja, jangan dia atau mereka. Seandainya senyummu memang hanya untuk seseorang itu, tolong tetap sisihkan segores senyum itu untuk dia dan mereka. Biar aku mencari malam yang abadi dalam hidupku, tak apa aku hidup tanpamu senja, asal aku masih bisa melihat mentari pagi dan benda malam yang bertaburan sudah cukup. Tetaplah nampak indah di hadapan mereka, meski kau tak nampak indah di hadapanku lagi. Setidaknya aku pernah menikmati indahmu walau hanya sesaat.  Terimakasih untuk keindahan yang dulu sempat kau bagikan padaku. Tetap jagalah keindahanmu untuk mereka.

2 komentar:

  1. bagi kita
    senja selalu sempurna
    bukankah sia-sia jika menggenapkan warnanya ?
    tak ada bagian yang perlu kita ubah
    saat kau berkata cinta , aku merasa senja tak lagi membawa cerita bahagia . mungkinkah kata-katamu itu ambigu ?
    atau , aku saja yang menganggapnya terlalu saru ?
    aku mencintaimu dengan segenap rasa
    mengertikah kau apa artinya ?
    mengertikah kau kalau kita tak pernah bisa berada dalam cerita yang sama ,
    dengan senja yang sewarna ?
    sudah jelas takdir kita

    numpang curhat juga el :P

    ikhlasin aja sayang :))
    bukan kah dibalik indahnya ikhlas , menyimpan sesuatu yang indah pula ?

    BalasHapus