Teruntuk bidadari yang Kau kirim untukku
Untuk seseorang yang selalu menyebutku dalam doanya.
Ibuk, masih ingatkah Kau akan saat-saat itu.....
Ketika kau menungguiku pulang dari sekolah, berdiri dengan perasaan cemas akan diriku. Alangkah senangnya jika saat ini Kau menungguiku pulang dari kampusJ. dulu saat aku pulang kehujanan, seperti yang aku alami sekarang, aku ingat Kau selalu membuatkanku secangkir kopi panas seraya berkata,”nduk, kopine ndang diminum, ben awake gag masuk angin.” Andai itu terjadi saat ini buk:-)
Tapi aku menyadari, saat ini aku berada dalam dunia perjuangan, di kota perantauan yang jauh dari pengawasanmu, jauh dari perhatianmu. Tak apa jika secangkir kopi tadi tak kudapat dari buatanmu buk, tak apa. Mengingat setiap hari pun Kau selalu mengirim doamu untukku disini.:-)
Bukan karena aku adalah anak mami atau apalah, tapi rasa ini selalu menghampiri ketika aku sendirian. Entahlah, kadang aku berpikir ngapain sih gue harus kuliah segala? Ngapain harus di surabaya? ngapain harus UNAIR? Dan ini yang paling tak mengerti ngapain harus ITL? Sungguh aku belum menemukan jiwaku disini, tapi aku mulai berfikir dan berfikir lagi. Allah itu selalu memberi apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan, dari sini aku mencoba memahami mungkin itu semua adalah yang aku butuhkan. Kuliah di Surabaya di kampus UNAIR jurusan ITL.
Otakku kembali mengingat, bukankah ini yang selalu ibuk dan bapak banggakan..
teringat sekitar 8 bulan yang lalu, perjuangan mendapatkan sekolah. Itu tak semudah hanya daftar dan masuk sekolah yang kau inginkan, semua penuh perjuangan. Dan yang selalu membuatku kuat untuk terus berjuang adalah kekuatan Allah yang Ia kirimkan lewat senyumanmu ibuk. Kau selalu mengajarkanku atas sifat ikhlas, mengingatkanku bahwa Allah itu selalu memberi yang kita butuhkan, itu yang paling kuingat saat ini. Terimakasih Ya Rabb, atas semua yang telah kau beri kepadaku..:-)
Aku mulai menyadari sekarang, perjuangan nggak hanya berhenti ketika aku sudah diterima menjadi mahasiswa. Tetap berlanjut sampai nanti Allah memanggilku, untuk itu saat ini aku masih tetap harus berjuang, demi amanahMu-Allah. Kau memilihkan aku sekarang begini, maka aku akan menjalankan takdirku begini. #mulai menerima Surabaya sebagai tempat perjuanganku, UNAIR sebagai alat perjuanganku, dan ITL adalah caraku berjuang#
ibuk, aku tak berharap jadi orang sukses, aku hanya berharap jadi orang yang bernilai dan berguna. Untukmu ibuk, tak kan ada yang bisa membalas atas apa yang kau beri padaku. Tapi aku ingin membuatmu tersenyum bahagia atas apa yang kulakukan, tak mau buatmu kecewa lagi. Allah, tetap kuatkan hamba atas apa yang terjadi saat ini dan nanti......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar