Sabtu, 07 Juli 2012

Cabut akarmu dari hatiku


Entah jenis akar apa yang menancap di sini dari beberapa tahun yang lalu. Semacam melekat dan susah untuk dicabut.
 Berawal dari kisah beberapa tahun yang lalu, sebuah biji yang tidak sengaja jatuh dari pandangan mata ke sebentuk waru merah ini. Yang akhirnya tumbuh tunas dari biji tersebut. Serasa dunia si waru merah menjadi indah.. setiap hari selalu ada percikan-percikan air yag selalu menetes diatas waru merah. Menambah suburnya biji tanaman ini. Hari-demi hari bulan berganti bulan tunas telah menjadi sebuah tanaman yang rimbun. Namun ditengah perjalannya si badai besar datang menyapu dunia si waru merah. Pohon itu pun terbawa badai tersebut entah kemana, hanya tertinggal akar yang melekat disana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar